Aplikasi Teori Tentang Aktualisasi Diri : Konsep, Pengertian, dan Perkembangannya
Hallo sahabat referensi.com kali ini kita akan membahas mengenai Teori Aktualisasi Diri Pandangan akan wujud perubahan perilaku (belajar) dengan cara pengung. kapan atau aktualisasi diri ini secara logis berasal dari suatu teori bahwa pada dasamya manusia itu baik, dan pada saat yang sama (berperilaku) aktif dalam hubungannya dengan lingkungan.
Semua orang dianggap bebas, otonom, dan aktif dalam menggapai dunianya. Setiap tindakan dari mereka akan selalu baik, kecuali kalau ada pengaruh atau terpaan informasi jelek dari luar.
Teori belajar ini masih tcrgolong pada kcluarga tcori disiplin mental seperti yang sudah dibicarakan di muka. Hanya untuk ini pandangan psikologinya adalah naturalisme romantik atau humanism: psikcdelik, yang memandang bahwa manusia pada dasarnya adalah baik dan aktif, contoh aktualisasi diri dalam dunia kerja, contoh aktualisasi diri seorang pelajar, dan contoh aktualisasi diri dalam kehidupan sehari-hari.
Pusat pengubahan perilaku komunikan atau pembelajaran pada teori ini berpusat pada perasaan dan kemanusiaan. Dalam tcori ini, belajar pada manusia tinggal mengondisikan lingkungan sekitamya supaya bebas dari hal-hal yang jelek supaya tidak memengaruhi manusia.
Misalnya, untuk belajar bercakap-cakap mereka lebih baik bercakap cakap langsung dengan orang lain di dalam lingkungannya, bukan di kelas-kelas formal yang kaku. Kalaupun itu dilakukan di kelas, anak-anak akan lebih paham jika diajak berkomunikasi secara langsung dengan guru dan teman-teman sekelasnya.
Berdiskusi secara interaktif lebih baik dibandingkan dengan penggunaan komunikasi scarab. Guru hams acting bertanya dan terus membuat pertanyaan-pertanyaan instruksional kepada murid-muridnya, daripada hanya menjelaskan sesuatu yang belum diketahui murid sebelumnya.
Tujuan penciptaan seni sebagai aktualisasi diri maksudnya, Konsep apersepsi berbeda dengan konsep disiplin mental dan pengungkapan alami. Konsep apersepsi merupakan asosiasianisme mental secara dinamis yang didasarkan pada premis (dasar pikiran atau alasan) fundamental bahwa tidak ada ide-ide bawaan (innate); segala sesuatu yang diketahui oleh manusia itu damng dari luar dirinya. Hal ini berarti bahwa pikiran (mind) seluruhnya kira-ldra berisi gabungan kesan-kesan dasar yang
diikat bersama oleh asosiasi, dan dibentuk ketika bidang studi atau pelajaran disajikan dari dan dengan atau tanpa asosiasi tertentu, atau penghubungan dengan isi pikiran terdahulu (sebelumnya).
Asosiasianisme adalah suatu teori psikologi umum yang dipinjam oleh dunia komunikasi pendidikan yang menganggap bahwa proses belajar mempakan salah satu penggabungan unsur-unsur yang tak dapat diperkecil lagi (irreducible). Kita menghubungkan ide-ide atau kegiatan secara sederhana karena dihubungkan dengan pengalaman kita sebelumnya. Terdapat dua jenis asosiasianisme secara luas, yaitu
Metode mengubah perilaku (belajar) dalam kerangka asosiasianisme adalah analitik atau reduksionistik (pengurangan); belajar adalah pengurangan pada bagian-bagian struktur komponennya. Unsur dasar yang diasosiasikannya adalah mental, fisik, atau kombinasi keduanya, kebutuhan aktualisasi diri.
Namun dalam apersepsi, unsur-unsur yang diasosiasikan selengkapm’a adalah mental, dan merupakan struktur-struktur pikiran. Dalam hal ini, sementara disiplin mental menyatakan bahwa pikiran (mind) adalah lat iSi (substance) maka apersepsi menyatakannya sebagai suatu struktur (susunan, bangunan).
tahankan bahwa empat jenis asosiasi atau koneksi hams membantu atau memperkuat ingatan. Keempat jenis asosiasi yang dimaksud adalah: “kebersamaan satu ide dengan ide lainnya, keberangkaian ide dalam satu 56d, kesamaan ide, dan perbedaan ide”.
Contohnya, jika berbicara tentang orang Eskimo maka hal ini dapat membantu me-recall igloo, karena igloo adalah rumah salju yang biasa dihuni oleh bangsa Eskimo. Contoh lainnya, macan merupakan sejenis kucing besar, yang diajukan sebagai prinsip similaritas.
Pada abad ke-17, John Locke (1632-1704) menentang adanya ke' cakapan atau ide-ide pembawaan, menentang belajar sebagai potensialitas atau kecakapan yang dibawa sejak lahir.
Ia mengganti gagasan ini dengan ide atau gagasan bahwa belajar terdiri dari ide-ide atau gagasan yang diperoleh manusia di dalam pikirannya yang pada mulanya kosongf Ia tidak menemukan sifat umum pada manusia, adanya kenyataan bahwa ia juga tidak dapat menemukan gagasan-gagasan umum pada suatu masyarakat.
Pentingnya aktualisasi diri, Ia menggambarkan teorinya dengan tabula rasa tentang pikiran manusia. Tabula rasa adalah lembaran kosong, maksudnya adalah bahwa pada manusia tidak ada ide-ide pembawaan. Locke juga yakin bahwa tidak ada pikiran manusia yang kosong pada saat lahir, tetapi ide yang dimiliki oleh orang harus datang melalui indranya, falsafah hidup bahagia jalan menuju aktualisasi diri suryomentaram ki ageng.
Teori John Locke yang menyatakan bahwa seluruh ide manusia harus datang melalui indranya disebut empirikisme (empiricism). Empirikisme Locke secara langsung mempakan kebalikan dari rasionalisme Plato yang datang lebih awal serta pendahulu Locke itu sendiri, yaitu Rene Descartes (1596-1650). Sementara dua sarjana ini menegaskan bahwa akal budi (reason) mempakan sumber pengetahuan maka Locke mengatakan bahwa Pengetahuan berasal dari pengalaman indrawi. Menurutnya, persepSi sinonim dengan belajar. Oleh karena itu, merupakan produk dari pengalaman.
Teori tabula rasa dari Locke menyatakan bahwa sifat asasi manusia itu secara moral tidak baik, juga tidak buruk, dan juga tidak aktif. Sebagai gantinya, ia dianggap netral secara moral, dan pasif kerjanya. Dengan demikian, pikiran adalah basil dari pengalaman kehidupan. Pemikiran
Locke membuka para ahli psikologi pada penekanan pengasuhan (nurture) lingkungan, dan bukannya pada sifat pembawaan keturunan, bahkan kebutuhan aktualisasi diri.
Di sekolah‘ peran guru menurut pemikiran ini lebih banyak sebagai penyusun dan pembangun pikiran anak, mengembangkan program instruksional yang sistematik dan terpadu atau terpusat di dalam suatu prosedur yang direncanakan untuk membentuk kebiasaan yang lebih baik pada anak. Selanjumya, pengajaran menjadi sesuatu yang kira-kira berarti merangsang indra, dan kebalikan dari latihan kecakapan mental seperti ditekankan pada teori disiplin mental yang lalu.
Di kalangan lembaga organisasional, setiap anggota dianggap mempunyai kebebasan berpikir, yang pengembangannya dikondisikan secara positif. Komunikasi dalam hal ini berfungsi sebagai alat untuk membangun suasana kondusif di lingkungannya.
Informasi yang disajikannya pun yang bisa membangun suasana kondusif sejalan dengan proses komunikasinya. Tugas manajer atau pimpinan organisasi tugasnya adalah merancang suasana kondusif guna membantu membuka wawasan anggota-anggomnya dalam berpikir dan bekerja, contoh aktualisasi diri dalam dunia kerja.
Sementara Locke dan para ahli asosiasianisme pemula lainnya mempunyai anggapan bahwa hubungan amu asosiasi bersifat pasif maka teori apersepsi Herbart mengganti fasilitas ini dengan ide-ide dinamis.
Walau bagaimanapun juga kita perlu ingat bahwa dalam apersepsi Herbart, yang namanya ide-ide, bukan persona, adalah dinamis. Persona mempakan “kontainer” pasif yang di dalamnya berisi serta beroperasi “kimia mental” contoh aktualisasi diri dalam kehidupan sehari-hari.
Kimia mental dalam hal ini menunjukkan kompleksnya aktualisasi diri operasi dan pertautan antarisi yang terdapat di dalamnya. Di samping itu, juga menunjukkan kedinamisan operasinya. Benar memang bahwa otak atau Pikiran manusia sangat kompleks cara kerjanya dan sangat sulit untuk dijelaskan secara tegas.
![]() |
| Aktualisasi Diri |
Semua orang dianggap bebas, otonom, dan aktif dalam menggapai dunianya. Setiap tindakan dari mereka akan selalu baik, kecuali kalau ada pengaruh atau terpaan informasi jelek dari luar.
Konsep dan Pengertian Teori Aktualisasi Diri
Pengertian aktualisasi diri, secara subjektif setiap manusia komunikan itu bebas. Ia mempunyai kebebasan untuk memilih dan bertanggung jawab atas dunianya. Ia sendin‘ yang bertindak sebagai arsitek dan pembangun kehidupannya. Pandangan tentang teori ini berasal dari Jean J. Rousseau (1746-1827), serta ahli filsafat dan pendidik dari Jerman, Friedrich Froebel (1782-1852) (Webster's Gold Encyclopedia, 1999; World Book, 1998), pertanyaan tentang aktualisasi diri.Teori belajar ini masih tcrgolong pada kcluarga tcori disiplin mental seperti yang sudah dibicarakan di muka. Hanya untuk ini pandangan psikologinya adalah naturalisme romantik atau humanism: psikcdelik, yang memandang bahwa manusia pada dasarnya adalah baik dan aktif, contoh aktualisasi diri dalam dunia kerja, contoh aktualisasi diri seorang pelajar, dan contoh aktualisasi diri dalam kehidupan sehari-hari.
Pusat pengubahan perilaku komunikan atau pembelajaran pada teori ini berpusat pada perasaan dan kemanusiaan. Dalam tcori ini, belajar pada manusia tinggal mengondisikan lingkungan sekitamya supaya bebas dari hal-hal yang jelek supaya tidak memengaruhi manusia.
Teori Kebutuhan Aktualisasi Diri
Lebih jauh Rousseau beranggapan bahwa dunia anak-anak lebih membutuhkan hal-hal yang praktis, bukannya pengajaran dan instruksional serta faktor yang mempengaruhi aktualisasi diri.Misalnya, untuk belajar bercakap-cakap mereka lebih baik bercakap cakap langsung dengan orang lain di dalam lingkungannya, bukan di kelas-kelas formal yang kaku. Kalaupun itu dilakukan di kelas, anak-anak akan lebih paham jika diajak berkomunikasi secara langsung dengan guru dan teman-teman sekelasnya.
Berdiskusi secara interaktif lebih baik dibandingkan dengan penggunaan komunikasi scarab. Guru hams acting bertanya dan terus membuat pertanyaan-pertanyaan instruksional kepada murid-muridnya, daripada hanya menjelaskan sesuatu yang belum diketahui murid sebelumnya.
Ide Konsep Apersepsi Dari Kebutuhan Aktualisasi Diri
Apersepsi (apperception) adalah belajar yang berpusat pada ide (ideacentered learning). Suatu ide dimengetti (apperceived) jika muncul dalam kesadaran serta dicerna atau dipadukan dengan ide-ide sadar lainnya. Dengan demikian, apersepsi adalah suatu proses penghubungan ide-ide baru dengan ide-ide lama, meningkatkan aktualisasi diri.Tujuan penciptaan seni sebagai aktualisasi diri maksudnya, Konsep apersepsi berbeda dengan konsep disiplin mental dan pengungkapan alami. Konsep apersepsi merupakan asosiasianisme mental secara dinamis yang didasarkan pada premis (dasar pikiran atau alasan) fundamental bahwa tidak ada ide-ide bawaan (innate); segala sesuatu yang diketahui oleh manusia itu damng dari luar dirinya. Hal ini berarti bahwa pikiran (mind) seluruhnya kira-ldra berisi gabungan kesan-kesan dasar yang
diikat bersama oleh asosiasi, dan dibentuk ketika bidang studi atau pelajaran disajikan dari dan dengan atau tanpa asosiasi tertentu, atau penghubungan dengan isi pikiran terdahulu (sebelumnya).
Asosiasianisme adalah suatu teori psikologi umum yang dipinjam oleh dunia komunikasi pendidikan yang menganggap bahwa proses belajar mempakan salah satu penggabungan unsur-unsur yang tak dapat diperkecil lagi (irreducible). Kita menghubungkan ide-ide atau kegiatan secara sederhana karena dihubungkan dengan pengalaman kita sebelumnya. Terdapat dua jenis asosiasianisme secara luas, yaitu
- Asosiasianisme mental awal (early mentalistic associationism) seperti apersepsi, yang berfokus pada asosiasi ide-ide di dalam otak.
- Asosiasianisme stimulus-respons fisik yang lebih maju, yang menyangkut asosiasianisme stimulus-respons itu sendiri dengan formasi koneksi atau hubungan-hubungan; juga antara sel-sel dalam otak dengan sistem saraf sekelilingnya; atau antara respons organik dengan stimuli lingkungan.
Metode mengubah perilaku (belajar) dalam kerangka asosiasianisme adalah analitik atau reduksionistik (pengurangan); belajar adalah pengurangan pada bagian-bagian struktur komponennya. Unsur dasar yang diasosiasikannya adalah mental, fisik, atau kombinasi keduanya, kebutuhan aktualisasi diri.
Namun dalam apersepsi, unsur-unsur yang diasosiasikan selengkapm’a adalah mental, dan merupakan struktur-struktur pikiran. Dalam hal ini, sementara disiplin mental menyatakan bahwa pikiran (mind) adalah lat iSi (substance) maka apersepsi menyatakannya sebagai suatu struktur (susunan, bangunan).
Perkembangan Teori Apersepsi Aktualisasi Diri
Pcmikiran asosiasianisme modern pangkalnya bisa dilacak sampai Aristotcles. Pada abad ke-4 sebclum masehi, Aristoteles telah mcncrangkan bahwa ingatan (recollection) tentang suatu item pcngcmhuan dipermudah oleh penghubungan atau komunikasi item atau [dc tcrsebut dengan orang lain ketika ia mempelajarinya. Ia mempertahankan bahwa empat jenis asosiasi atau koneksi hams membantu atau memperkuat ingatan. Keempat jenis asosiasi yang dimaksud adalah: “kebersamaan satu ide dengan ide lainnya, keberangkaian ide dalam satu 56d, kesamaan ide, dan perbedaan ide”.
Contohnya, jika berbicara tentang orang Eskimo maka hal ini dapat membantu me-recall igloo, karena igloo adalah rumah salju yang biasa dihuni oleh bangsa Eskimo. Contoh lainnya, macan merupakan sejenis kucing besar, yang diajukan sebagai prinsip similaritas.
Pada abad ke-17, John Locke (1632-1704) menentang adanya ke' cakapan atau ide-ide pembawaan, menentang belajar sebagai potensialitas atau kecakapan yang dibawa sejak lahir.
Ia mengganti gagasan ini dengan ide atau gagasan bahwa belajar terdiri dari ide-ide atau gagasan yang diperoleh manusia di dalam pikirannya yang pada mulanya kosongf Ia tidak menemukan sifat umum pada manusia, adanya kenyataan bahwa ia juga tidak dapat menemukan gagasan-gagasan umum pada suatu masyarakat.
Pentingnya aktualisasi diri, Ia menggambarkan teorinya dengan tabula rasa tentang pikiran manusia. Tabula rasa adalah lembaran kosong, maksudnya adalah bahwa pada manusia tidak ada ide-ide pembawaan. Locke juga yakin bahwa tidak ada pikiran manusia yang kosong pada saat lahir, tetapi ide yang dimiliki oleh orang harus datang melalui indranya, falsafah hidup bahagia jalan menuju aktualisasi diri suryomentaram ki ageng.
Teori John Locke yang menyatakan bahwa seluruh ide manusia harus datang melalui indranya disebut empirikisme (empiricism). Empirikisme Locke secara langsung mempakan kebalikan dari rasionalisme Plato yang datang lebih awal serta pendahulu Locke itu sendiri, yaitu Rene Descartes (1596-1650). Sementara dua sarjana ini menegaskan bahwa akal budi (reason) mempakan sumber pengetahuan maka Locke mengatakan bahwa Pengetahuan berasal dari pengalaman indrawi. Menurutnya, persepSi sinonim dengan belajar. Oleh karena itu, merupakan produk dari pengalaman.
Teori tabula rasa dari Locke menyatakan bahwa sifat asasi manusia itu secara moral tidak baik, juga tidak buruk, dan juga tidak aktif. Sebagai gantinya, ia dianggap netral secara moral, dan pasif kerjanya. Dengan demikian, pikiran adalah basil dari pengalaman kehidupan. Pemikiran
Locke membuka para ahli psikologi pada penekanan pengasuhan (nurture) lingkungan, dan bukannya pada sifat pembawaan keturunan, bahkan kebutuhan aktualisasi diri.
Di sekolah‘ peran guru menurut pemikiran ini lebih banyak sebagai penyusun dan pembangun pikiran anak, mengembangkan program instruksional yang sistematik dan terpadu atau terpusat di dalam suatu prosedur yang direncanakan untuk membentuk kebiasaan yang lebih baik pada anak. Selanjumya, pengajaran menjadi sesuatu yang kira-kira berarti merangsang indra, dan kebalikan dari latihan kecakapan mental seperti ditekankan pada teori disiplin mental yang lalu.
Di kalangan lembaga organisasional, setiap anggota dianggap mempunyai kebebasan berpikir, yang pengembangannya dikondisikan secara positif. Komunikasi dalam hal ini berfungsi sebagai alat untuk membangun suasana kondusif di lingkungannya.
Informasi yang disajikannya pun yang bisa membangun suasana kondusif sejalan dengan proses komunikasinya. Tugas manajer atau pimpinan organisasi tugasnya adalah merancang suasana kondusif guna membantu membuka wawasan anggota-anggomnya dalam berpikir dan bekerja, contoh aktualisasi diri dalam dunia kerja.
Sementara Locke dan para ahli asosiasianisme pemula lainnya mempunyai anggapan bahwa hubungan amu asosiasi bersifat pasif maka teori apersepsi Herbart mengganti fasilitas ini dengan ide-ide dinamis.
Walau bagaimanapun juga kita perlu ingat bahwa dalam apersepsi Herbart, yang namanya ide-ide, bukan persona, adalah dinamis. Persona mempakan “kontainer” pasif yang di dalamnya berisi serta beroperasi “kimia mental” contoh aktualisasi diri dalam kehidupan sehari-hari.
Kimia mental dalam hal ini menunjukkan kompleksnya aktualisasi diri operasi dan pertautan antarisi yang terdapat di dalamnya. Di samping itu, juga menunjukkan kedinamisan operasinya. Benar memang bahwa otak atau Pikiran manusia sangat kompleks cara kerjanya dan sangat sulit untuk dijelaskan secara tegas.
#ref-menu