Pesona Pegunungan Himalaya Yang Wajib Kamu Ketahui danPerjalanan Saya Ke Puncak Tertinggi Gunung Everest
Pada Bulan maret hingga bulan juli merupakan musim terbaik bagi seluruh traveler di seluruh dunia untuk melakukan baik itu wisata maupun bersantai sejenak dari hiruk pikuknya dunia pekerjaan ataupun sekolah, nak kali ini saya melakukan pendakian di Pegunungan Himalaya. Pendaki dari seluruh dunia baik Everest basecamp, maupun yang hendak samete Everest banyak melakukannya di musim ini. Saat dekat dengan nepal, saya diberi kesempatan untuk bertemu dengan pendaki dari Indonesia yang hendak menancapkan merah putih di atap dunia Everest.
Nah ketika saya bertemu dengan para pendaki gunung everest indonesia ternyata hari itu adalah hari terakhir mereka bersantai - santai di daerah pegunungan everest, dan saya berkesempatan untuk menemaninya berkeliling mencari perlengkapan - perlengkapan yang kurang untuk menjalankan ekspedisi mereka.
Namanya Hilda dan Dimitri 2 perempuan dari uC Bu the Indonesia Seven summits Expedition mahitala universitas Parahyangan, mereka bukanlah orang pertama pendaki gunung everest pertama dari indonesia namun mereka adalah wanita pertama yang mengikuti penaklukan gunung everest, ini tentu akan menorehkan sejarah baru bagi dunia pendaki Indonesia. Mereka ini akan yang saya temui akan menjadi tim perempuan pertama dari Indonesia dan Asia Tenggara yang akan mencapai 7 Puncak tertinggi di dunia.
Everest merupakan gunung terakhir dalam ekspedisi ini sejak tahun 2014 ekspedisi tertinggi dunia dari 7 benua Sudah mereka lakukan, mulai dari Carstensz Pyramid di Papua, Elrbus di rusia, Kilimanjaro di Tanzania. Anconcagua di Argentina, Vinson massif di Kutub Selatan, Denali di Kutub Utara, perjuangannya tentu tidak mudah latihan 6 hari dalam seminggu rutin mereka lakukan guna membawa harum nama Indonesia.
Mental merupakan kunci keberhasilan mencapai puncak - puncak tertinggi di dunia, kekompakan dan kerjasama tim juga tak kalah pentingnya, selain persiapan fisik perlengkapan selama mendaki juga menjadi salah satu hal yang krusial agar pendakian dapat berjalan dengan lancar semua peralatan yang mendukung harus mereka lengkapi.
Hilda dan Dimitri akan mendaki melalui jalur Utara di Tibet mereka akan dibantu 13 orang, 3 Porter untuk menuju ke Everest. Semoga perjuangan mereka membawa harum nama indonesia di puncak tertinggi dunia di gunung Everest berjalan dengan lancar,
Direncanakan mereka akan mengibarkan bendera merah putih di puncak everest pada tanggal 15 Mei 2019 mendatang, mendaki di puncak Everest selain dari jalur Utara di Tibet juga ada jalur selatan di Nepal dan jalur selatan ini pulalah yang saya pakai bersama teman-teman untuk berekspedisi ke Everest basecamp.
Dingin namun magist itulah salju di Pegunungan Himalaya hamparan tanah Lapang yang luas membuat jalur pendakian semakin indah. Berbeda dengan petualang lainnya tim kita mendapat kesempatan untuk Menghabiskan malam di Everest basecamp diamana bisa bercerita tentang kehidupan sehari-hari para tim ekspedisi yang bersiap-siap menuju ke kepuncak tertinggi dunia.
Suhu dingin menjadi salah satu tantangan yang harus saya hadapi saat menginap di Everest basecamp, berada di sekeliling glasier membuat cuaca dua kali lipat lebih ekstrim dibandingkan daerah lainnya di sepanjang jalur pendakian.
Meskipun dingin cuaca pagi itu sangat cerah gugusan Pegunungan Himalaya membuat saya Terpukau dan terpesona, setiap tahun posisi Everest basecamp selalu berpindah mengikuti posisi glasier biasanya tim ekspedisi mendirikan tenda di atas es yang benar-benar keras agar keamanannya terjamin, dan ketika saya menginap berada di tempat terjauh dari pintu gerbang Everest basecamp panjang Everest basecamp Kurang lebih 3 km terdapat lebih dari 20 operator yang sedang bersiap-siap memulai ekspedisinya.
Selain tenda tidur terdapat juga tanda makan tenda dapur dan tanda kontrol untuk memantau para pendaki, untuk itu saya dan tim harus melakukan aktivitas agar Tubuh terasa lebih hangat, satu operator ekspedisi bisa membawa hingga 20 orang pendaki pada setiap musim pendakian biaya yang dikeluarkan untuk menuju ke puncak pun tidak tanggung-tanggung dimulai dari 40.000 dolar atau setara dengan Rp.500jt rupiah hingga miliaran rupiah tak heran karena operator timekspedisi masih harus mempersiapkan dengan matang, mulai dari logistik hingga tim resque ketika terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.
Fasilitas harus benar-benar mumpuni untuk memenuhi seluruh kebutuhan para pendaki, tak hanya tenda namun juga harus dihitung gizi dan kalorinya, agar para pendaki tetap terjaga staminanya. Pendakian menuju ke Everest dari Everest basecamp masih harus melalui proses yang panjang ketika pendaki tiba di Everest basecamp mereka akan menginap di basecamp selama 5 malam untuk menyesuaikan diri dengan suhu dingin dan juga ketinggian.
Pada hari keenam pendaki akan melakukan aklimatisasi selama 6 hari dengan berjalan menuju ke Kem 1 di ketinggian 5.943 m diatas permukaan laut dan kem kedua 6.400 meter diatas permukaan laut, kemudian kembali lagi ke basecamp aklimatisasi dilakukan selama 3 kali dan memakan waktu kurang 20 hari, ketika tubuh sudah menyesuaikan dengan kondisi alam yang ekstrim, pada hari ke 30 Tim akan mendaki menuju puncak tertinggi di dunia.
Total pendakian menuju ke Elvrest memakan waktu kurang lebih dua bulan, semoga suatu saat nanti saya ataupun kamu akan ada yang berhasil menginjakkan kakinya di puncak tertinggi gunung elvrest dan mengibarkan merah putih di puncak Everest.
Keindahan gunung Himalaya mampu menghipnotis pendaki dari seluruh dunia, kesempatan untuk mengeksplorasi pegunungan Himalaya adalah pengalaman yang tak akan terlupakan dan ini membuat saya belajar untuk lebih menghargai alam, perjalanan berlangsung selama 11 hari Mulai dari bandara tenzing norgay salah satu bandara paling ekstrem di dunia.
Melihat pasar tradisional terbesar di sepanjang jalur pendakian bangkian Namche Bazaar, menikmati indahnya hamparan salju dalam perjalanan menuju lobuche dan tentunya yang paling berkesan dalam perjalanan saya kali ini adalah dapat menghabiskan malam di elvrest basecamp, perjalanan ini mengajarkan saya tentang kerjasama, kerja keras dan kesabaran yang membuat kami semakin mencintai Bumi Pertiwi dengan segala keindahannya yang juga unik, cantik dan beragam.
![]() |
| pegunangan himalaya dan everest |
Ekspedisi Gunung Everest
Nah ketika saya bertemu dengan para pendaki gunung everest indonesia ternyata hari itu adalah hari terakhir mereka bersantai - santai di daerah pegunungan everest, dan saya berkesempatan untuk menemaninya berkeliling mencari perlengkapan - perlengkapan yang kurang untuk menjalankan ekspedisi mereka.
Namanya Hilda dan Dimitri 2 perempuan dari uC Bu the Indonesia Seven summits Expedition mahitala universitas Parahyangan, mereka bukanlah orang pertama pendaki gunung everest pertama dari indonesia namun mereka adalah wanita pertama yang mengikuti penaklukan gunung everest, ini tentu akan menorehkan sejarah baru bagi dunia pendaki Indonesia. Mereka ini akan yang saya temui akan menjadi tim perempuan pertama dari Indonesia dan Asia Tenggara yang akan mencapai 7 Puncak tertinggi di dunia.
Everest merupakan gunung terakhir dalam ekspedisi ini sejak tahun 2014 ekspedisi tertinggi dunia dari 7 benua Sudah mereka lakukan, mulai dari Carstensz Pyramid di Papua, Elrbus di rusia, Kilimanjaro di Tanzania. Anconcagua di Argentina, Vinson massif di Kutub Selatan, Denali di Kutub Utara, perjuangannya tentu tidak mudah latihan 6 hari dalam seminggu rutin mereka lakukan guna membawa harum nama Indonesia.
Mental merupakan kunci keberhasilan mencapai puncak - puncak tertinggi di dunia, kekompakan dan kerjasama tim juga tak kalah pentingnya, selain persiapan fisik perlengkapan selama mendaki juga menjadi salah satu hal yang krusial agar pendakian dapat berjalan dengan lancar semua peralatan yang mendukung harus mereka lengkapi.
Hilda dan Dimitri akan mendaki melalui jalur Utara di Tibet mereka akan dibantu 13 orang, 3 Porter untuk menuju ke Everest. Semoga perjuangan mereka membawa harum nama indonesia di puncak tertinggi dunia di gunung Everest berjalan dengan lancar,
Direncanakan mereka akan mengibarkan bendera merah putih di puncak everest pada tanggal 15 Mei 2019 mendatang, mendaki di puncak Everest selain dari jalur Utara di Tibet juga ada jalur selatan di Nepal dan jalur selatan ini pulalah yang saya pakai bersama teman-teman untuk berekspedisi ke Everest basecamp.
Ketinggian Gunung Everest
Perjalanan menuju ke Everest basecamp selalu dipenuhi dengan kejutan mulai dari keragaman panorama hingga perubahan cuaca yang ekstrem seperti saat ini, hujan salju yang turun tiba-tiba membuat perjalanan menjadi lebih berwarna eksotis menemani perjalanan saya.Dingin namun magist itulah salju di Pegunungan Himalaya hamparan tanah Lapang yang luas membuat jalur pendakian semakin indah. Berbeda dengan petualang lainnya tim kita mendapat kesempatan untuk Menghabiskan malam di Everest basecamp diamana bisa bercerita tentang kehidupan sehari-hari para tim ekspedisi yang bersiap-siap menuju ke kepuncak tertinggi dunia.
Suhu dingin menjadi salah satu tantangan yang harus saya hadapi saat menginap di Everest basecamp, berada di sekeliling glasier membuat cuaca dua kali lipat lebih ekstrim dibandingkan daerah lainnya di sepanjang jalur pendakian.
Meskipun dingin cuaca pagi itu sangat cerah gugusan Pegunungan Himalaya membuat saya Terpukau dan terpesona, setiap tahun posisi Everest basecamp selalu berpindah mengikuti posisi glasier biasanya tim ekspedisi mendirikan tenda di atas es yang benar-benar keras agar keamanannya terjamin, dan ketika saya menginap berada di tempat terjauh dari pintu gerbang Everest basecamp panjang Everest basecamp Kurang lebih 3 km terdapat lebih dari 20 operator yang sedang bersiap-siap memulai ekspedisinya.
Selain tenda tidur terdapat juga tanda makan tenda dapur dan tanda kontrol untuk memantau para pendaki, untuk itu saya dan tim harus melakukan aktivitas agar Tubuh terasa lebih hangat, satu operator ekspedisi bisa membawa hingga 20 orang pendaki pada setiap musim pendakian biaya yang dikeluarkan untuk menuju ke puncak pun tidak tanggung-tanggung dimulai dari 40.000 dolar atau setara dengan Rp.500jt rupiah hingga miliaran rupiah tak heran karena operator timekspedisi masih harus mempersiapkan dengan matang, mulai dari logistik hingga tim resque ketika terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.
Fasilitas harus benar-benar mumpuni untuk memenuhi seluruh kebutuhan para pendaki, tak hanya tenda namun juga harus dihitung gizi dan kalorinya, agar para pendaki tetap terjaga staminanya. Pendakian menuju ke Everest dari Everest basecamp masih harus melalui proses yang panjang ketika pendaki tiba di Everest basecamp mereka akan menginap di basecamp selama 5 malam untuk menyesuaikan diri dengan suhu dingin dan juga ketinggian.
Pada hari keenam pendaki akan melakukan aklimatisasi selama 6 hari dengan berjalan menuju ke Kem 1 di ketinggian 5.943 m diatas permukaan laut dan kem kedua 6.400 meter diatas permukaan laut, kemudian kembali lagi ke basecamp aklimatisasi dilakukan selama 3 kali dan memakan waktu kurang 20 hari, ketika tubuh sudah menyesuaikan dengan kondisi alam yang ekstrim, pada hari ke 30 Tim akan mendaki menuju puncak tertinggi di dunia.
Total pendakian menuju ke Elvrest memakan waktu kurang lebih dua bulan, semoga suatu saat nanti saya ataupun kamu akan ada yang berhasil menginjakkan kakinya di puncak tertinggi gunung elvrest dan mengibarkan merah putih di puncak Everest.
Keindahan gunung Himalaya mampu menghipnotis pendaki dari seluruh dunia, kesempatan untuk mengeksplorasi pegunungan Himalaya adalah pengalaman yang tak akan terlupakan dan ini membuat saya belajar untuk lebih menghargai alam, perjalanan berlangsung selama 11 hari Mulai dari bandara tenzing norgay salah satu bandara paling ekstrem di dunia.
Melihat pasar tradisional terbesar di sepanjang jalur pendakian bangkian Namche Bazaar, menikmati indahnya hamparan salju dalam perjalanan menuju lobuche dan tentunya yang paling berkesan dalam perjalanan saya kali ini adalah dapat menghabiskan malam di elvrest basecamp, perjalanan ini mengajarkan saya tentang kerjasama, kerja keras dan kesabaran yang membuat kami semakin mencintai Bumi Pertiwi dengan segala keindahannya yang juga unik, cantik dan beragam.
#ref-menu